Idul Fitri, Saba, dan Solidaritas Kebangsaan
|By Admin
LAKSANA musafir yang meniti gurun dengan kesabaran, kita baru saja melewati bulan penuh ujian, menahan diri dari hawa nafsu, dan membersihkan jiwa. Dalam suasana hari kemenangan, kita tidak sekadar merayakan pencapaian, tetapi juga menata rencana kemana akan melangkah setelah menjalani festival spiritual sepanjang bulan puasa. Idul Fitri adalah momen kembali suci. Kita telah melalui etape purifikasi. Pemurnian yang ditempuh sebulan penuh. Asabiyyah atau solidaritas sosial, adalah energi kolektif yang menjadi khazanah nilai Ramadhan. Kita menahan diri dari lapar dan dahaga bukan sekadar sebagai ritual fisik, tetapi untuk melatih kesabaran, mengekang ego, dan mengasah kepekaan. Kita berpuasa bukan semata untuk memetik benefit kesehatan, tetapi juga agar bisa merasakan keterbatasan orang lain.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Idul Fitri, Saba, dan Solidaritas Kebangsaan", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2025/03/31/05300011/idul-fitri-saba-dan-solidaritas-kebangsaan.
Editor : Sandro Gatra
Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Leave a Reply